Selasa, 13 Maret 2012

IP Address Classless Addressing




PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA


 UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

 2012


LAPORAN 
PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER
IP Address Classless Addressing
Dosen Pengampu : Dr.Eko Marpanaji
Equation 1
       


               Disusun oleh :
1.      Hanum Rosidah                 11520241010
2.      Lila Wijayanti Saputri       11520241012
3.      Siti Mahmudah                  11520241013
4.      Anjar Rokhmi                     11520241014


1.Tujuan
·         Mampu melakukan konfiggurasi IP Address di computer jaringan.
·         Memahami konsep alokasi IP Public dengan metode Classless Addressing (CIDR).
·         Memahami konsep subnetting.
·         Memahami teknik penggunaan subnet mask.
·         Dapat melakukan teknik subnetting menggunakan metode VLSM.
2.Dasar Teori
a.       Subnetting
         Subnetting adalah pembagian suatu kelompok alamat IP menjadi beberapa network ID lain dengan jumlah anggota jaringan yang lebih kecil,yang disebut subnet (subnetwork).Dengan subnetting,kita bisa menggunakan kelas A menjadi seperti kelas C.Dan dapat membagi anggota jaringan (host) kelas C yang tadinya 255 menjadi lebih kecil dari 255.
              Tujuan subnetting adalah:
·         Untuk mengefisienkan pengalamatan.
·         Membagi satu kelas network atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
·         Menempatkan suatu host,apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.
·         Untuk mengatasi masalah perbedaan hardware dengan topologi fisik jaringan.
b.       CIDR
Classless Inter-Domain Routing adalah sebuah cara alternative untuk mengklasifikasikan alamat-alamat IP berbeda dengan system klasifikasi ke dalam kelas A,kelas B,kelas C,kelas D,kelas E.CIDR merupakan mekanisne routing yang lebih efisien dibandingkan dengan cara yang asli,yakni dengan cara membagi alamat IP jaringan kedalam kelas-kelas A,B,C.Masalah yang terjadi pada system yang lama adalah bahwa system tersebut meninggalkan banyak sekali alamat IP yang tidak di gunakan.Sebagai contoh,alamt IP kelas A mendukung 16 juta host computer yang dapat terhubung .Dalam kenyataannya,para pengguna alamt IP kelas A jarang yang memiliki jumlah host sebanyak itu,sehingga menyisakan banyak sekali ruangan kosong didalam ruang alamat IP yang telah disediakan.CIDR dikembangkan sebagai sebuah cara untuk menggunakan alamt-alamat IP yang tidak terpakai tersebut untuk digunakan dimana saja.Dengan cara yang sama,kelas c hanya mendukung 254 alamt tiap jaringan,dapat menggunakan hingga 32766 alamat IP,yang seharusnya hanya tersedia untuk alamat IP kelas B.
c.       VLSM
Variable Length Subnet Mask adalah suatu teknik untuk mengurangi jumlah host dari sebuah subnet. VLSM merupakan bentuk lain dari tehnik subnetting akan tetapi pada subnetting
ini yang digunakan bukan berdasarkan jumlah banyak IP dalam satu subnet/class
melainkan banyak host yang ingin dibuat. Hal ini akan membuat semakin banyak
jaringan yang dapat dipisahkan pada suatu subnet maupun class. Sebagai contoh,
suatu jaringan menggunakan class C dengan alamat network 192.168.32.0. Jaringan
tersebut ingin membagi jaringannya menjadi 5 subnet dengan rincian sebagai berikut :

Subnet #1 : 50 host
Subnet #2 : 50 host
Subnet #3 : 50 host
Subnet #4 : 30 host
Subnet #5 : 30 host
Rincian diatas tidak akan tercapai apabila menggunakan static subnetting. Untuk
hal tersebut apabila menggunakan subnetting 255.255.255.192 maka hanya terdapat 4
subnet dengan tiap-tiap subnet memiliki 64 host, akan tetapi untuk kasus ini
dibutuhkan 5 subnet. Dan apabila menggunakan subnet 255.255.255.224 mungkin
bisa 8 subnet tetapi tiap subnet-nya hanya memiliki jumlah host maksimal 32 host,
padahal kita butuh 50 host dalam satu subnet.
Untuk itu digunakan VLSM untuk membagi subnet menjadi 4 subnet dengan
menggunakan 255.255.255.192 dan subnet yang terakhir dibagi lagi dengan
menggunakan subnet 255.255.255.224. Sehingga akan diperoleh 5 subnet dengan
subnet pertama sampai ketiga maksimal 64 host dan subnet empat sampai lima
maksimal 32 host. Teknik VLSM ini akan dapat mengurangi beban atau pemborosan
IP pada suatu perusahan atau gedung yang akan membangun suatu jaringan.
Sebagai gambaran untuk mengenal teknik subnetting ini contoh kasusnya kirakira
seperti berikut, misalkan disebuah perusahaan terdapat 200 komputer (host).
Tanpa menggunakan subnetting maka semua komputer (host) tersebut dapat kita
hubungkan kedalam sebuah jaringan tunggal dengan perincian sebagai berikut:
Misal kita gunakan IP Address Private kelas C dengan subnet mask default-nya
yaitu 255.255.255.0 sehingga perinciannya sebagai berikut:
Network Perusahaan
Network ID : 192.168.1.0
Host Pertama : 192.168.1.1
Host Terakhir : 192.168.1.254
Broadcast Address : 192.168.1.255
Misalkan diperusahaan tersebut terdapat 2 divisi yang berbeda sehingga kita akan
memecah network tersebut menjadi 2 buah subnetwork, maka dengan teknik
subnetting kita akan menggunakan subnet mask 255.255.255.128 (nilai subnet mask
ini berbeda-beda tergantung berapa jumlah subnetwork yang akan kita buat) sehingga
akan menghasilkan 2 buah blok subnet, dengan perincian sebagai berikut:
Cara menghitung subnet untuk network class C;
Diketahui network id pada jaringan tersebut adalah 192.168.1.0, yang jika dikonversi
menjadi angka biner menjadi seperti pada tabel berikut ini:

Desimal
192.168.1.0
Biner
11000000.10101000.00000001.00000000

Dan subnet mask default-nya adalah 255.255.255.0, yang jika dikonversi menjadi
angka biner akan menjadi seperti pada tabel berikut ini;

Desimal
255.255.255.0
Biner
11111111.11111111.11111111.00000000

Semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet,
jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Tujuan
dari jaringan tersebut diatas adalah untuk memecah jaringan besar diubah menjadi 2
sub jaringan yang lebih kecil lagi cakupan user yang dilayani. Untuk membuat
subnetwork langkah-langkah sebagai berikut;
1) Menghitung jumlah subnet.
Jumlah subnet = 2x
dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet
terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet
adalah 21 = 2 subnet.
2) Menghitung jumlah host per subnet.
Jumlah host per subnet = 2y - 2
dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet
terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 27 – 2 = 126. Host menghitung
Blok Subnet Class C = 256 – nilai oktet terakhir subnet mask
jumlah blok subnet. Menentukan alamat host dan broadcast yang valid.
3) Menghitung Blok Subnet.

Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Sehingga blok subnet-nya adalah kelipatan dari
128. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 128.

4) Mencari host dan broadcast yang valid.
Subnet
192.168.1.0
192.168.1.128
Host Pertama
192.168.1.1
192.168.1.129
Host terakhir
192.168.1.126
192.168.1.254
Broadcast
192.168.1.127
192.168.1.255

Berdasarkan tabel host dan bradcast yang valid tersebut maka dapat diubah
menjadi 2 subnetwork dengan 2 divisi A dan B yaitu sebagai berikut :
a) Network Divisi A
Alamat Jaringan / Subnet A : 192.168.1.0
Host Pertama : 192.168.1.1
Host Terakhir : 192.168.1.126
Broadcast Address : 192.168.1.127
b) Network Divisi B
Alamat Jaringan / Subnet B : 192.168.1.128
Host Pertama : 192.168.1.129
Host Terakhir : 192.168.1.254
Broadcast Address : 192.168.1.255
Dengan demikian dengan teknik subnetting akan terdapat 2 buah subnetwork
yang masing-masing network maksimal terdiri dari 126 host (komputer). Masingmasing
komputer dari subnetwork yang berbeda tidak akan bisa saling berkomunikasi
sehingga meningkatkan security. Apabila dikehendaki agar beberapa komputer dari
network yang berbeda tersebut dapat saling berkomunikasi maka kita harus
menggunakan Router.
3.Alat dan Bahan
·         Software simulasi Cisco Paket Tracert 5.3
4.Skenario Praktik
    Uji coba teknik subnetting dengan konsep CIDR
5.Langkah Kerja
a)      Buka aplikasi Cisco Paket Tracert 5.3
b)     
Klik icon “end devices” pada menu di bagian kiri bawah untuk menambahkan beberapa computer.
c)       Pilih devices yang ada di sebelah kanan sidebar end devices untuk ditambahkan dengan cara drag and drop pada worksheet.
d)      Klik icon “pc” kemudian drag and drop pada worksheet.
e)      Kemudian sambungkan kedua buah pc tersebut dengan menggunakan kabel cross.Klik “connection”.
                                     
f)       Pilih kabel cross.
            
g)      Untuk mengoneksikan antar pc,klik pada pc1 pilih fastethernet kemudian arahkan kabel ke pc2,klik dan pilih fastethernet lagi.
           
h)      Apabila pc sudah terkoneksi,maka tampilannya seperti gambar di bawah ini:
           
i)        Setelah itu set ip address pc,dengan cara klik salah satu pc kemudian pilih ip configuration.
            
j)        Masukkan ip address yang akan di set.Misal pada set pc0 untuk network A dengan ip address 192.168.1.1 dan subnetmask-nya 255.255.255.128
k)      Klik ip configuration kemudian masukkan ip address.
  
l)        Klik close untuk menyimpan.
m)    Untuk pc1 caranya sama,Misal kita ambil 192.168.1.130 dan subnetmask-nya 255.255.255.128 klik close.
n)      Untuk mengujinya klik command prompt pada salah satu pc.
    
o)      Test apakah antara pc0 dan pc1 bisa connect atau tidak.Karena masuk di command prompt pc0,maka ketikkan ip address pc1.Maka hasilnya seperti di bawah ini:
      
p)      Kemudian ganti ip address pc1 dengan ip 192.168.1.124 dan subnetmask-nya 255.255.255.128
q)      Lalu ping pc0 dan pc1 di cmd.Berikut hasilnya:
     
pc0 dan pc1 dapat terkoneksi.
6.Permasalahan dan Troubleshooting
a.       Buatlah sebuah jaringan lokal minimal 10 buah komputer yang tersambung pada sebuah switch. Kemudian setting ip address 5 buah komputer dengan network 192.168.1.0 dan 5 buah komputer yang lain dengan network 192.168.1.128. Bagaimana hasilnya?
Jawab;
                        
                   
Setelah di ping, ternyata tidak tersambung, hal ini artinya pesan echo replay tidak dapat diterima kembali dalam waktu yang sudah ditentukan. Biasanya pesan ini muncul karena blockade yang mungkin dilakukan oleh firewall (baik disisi router maupun di sisi target). Hal ini juga terjadi karena adanya perbedaan kelas.

b.      Jika pada point a subnet class C dibagi menjadi 2 subnetwork maka sekarang diskusikan bagaimana jika subnet class C dibagi menjadi 32 subnetwork. Hitunglah
berapa subnet, host pertama, host terakhir, dan broadcast id dari network berikut ini
192.168.200.0. (lengkap dengan perhitungannya). Buatlah simulasi pada paket tracert dimana per subnetwork-nya diwakili oleh 5 buah komputer.
Jawab;
Subnet class C dibagi menjadi 32 subnetwork
à jumlah subnet =
                               x = 5
x adalah jumlah binary 1 pada octet terakhir subnet mask, jadi sub net mask nya adalah 11111111.11111111.11111111.11111000 / 255.255.255.248

IP Addresnya 192.168.200.0 / 11000000.10101000.11001000.00000000
1.         Jumlah subnet nya
         sub net
2.         Host
3.         Blok Subnetnya
         255- 248 = 8








Subnet
192.168.200.0
192.168.200.8
192.168.200.16
192.168.200.24
Host pertama
192.168.200.1
192.168.200.9
192.168.200.17
192.168.200.25
Host Terakhir
192.168.200.6
192.168.200.14
192.168.200.22
192.168.200.30
Broadcast
192.168.200.7
192.168.200.15
192.168.200.23
192.168.200.31





Subnet
192.168.200.32
192.168.200.40
192.168.200. 48
192.168.200. 56
Host pertama
192.168.200.33
192.168.200.41
192.168.200. 49
192.168.200. 57
Host Terakhir
192.168.200.38
192.168.200.46
192.168.200. 54
192.168.200. 62
Broadcast
192.168.200.37
192.168.200.47
192.168.200. 55
192.168.200. 63



Subnet
192.168.200.64
192.168.200.72
192.168.200. 80
192.168.200. 88
Host pertama
192.168.200.65
192.168.200.73
192.168.200. 81
192.168.200. 89
Host Terakhir
192.168.200.70
192.168.200.78
192.168.200. 86
192.168.200. 94
Broadcast
192.168.200.71
192.168.200.79
192.168.200. 87
192.168.200. 95




Subnet
192.168.200.96
192.168.200.104
192.168.200. 112
192.168.200. 120
Host pertama
192.168.200.97
192.168.200.105
192.168.200. 113
192.168.200. 121
Host Terakhir
192.168.200.102
192.168.200.110
192.168.200. 118
192.168.200. 126
Broadcast
192.168.200.103
192.168.200.111
192.168.200. 119
192.168.200. 127





Subnet
192.168.200.128
192.168.200.136
192.168.200. 144
192.168.200. 152
Host pertama
192.168.200.129
192.168.200.137
192.168.200. 145
192.168.200. 153
Host Terakhir
192.168.200.134
192.168.200.142
192.168.200. 150
192.168.200. 158
Broadcast
192.168.200.135
192.168.200.143
192.168.200. 141
192.168.200. 159





Subnet
192.168.200.160
192.168.200.168
192.168.200. 176
192.168.200.1 84
Host pertama
192.168.200.161
192.168.200.169
192.168.200. 177
192.168.200. 185
Host Terakhir
192.168.200.166
192.168.200.174
192.168.200. 182
192.168.200. 190
Broadcast
192.168.200.167
192.168.200.175
192.168.200. 183
192.168.200. 191








Subnet
192.168.200.192
192.168.200.200
192.168.200. 208
192.168.200.216
Host pertama
192.168.200.193
192.168.200.201
192.168.200. 209
192.168.200. 217
Host Terakhir
192.168.200.198
192.168.200.206
192.168.200. 214
192.168.200. 222
Broadcast
192.168.200.199
192.168.200.207
192.168.200. 215
192.168.200. 223





Subnet
192.168.200.224
192.168.200.232
192.168.200. 240
192.168.200.248
Host pertama
192.168.200.225
192.168.200.233
192.168.200. 241
192.168.200. 249
Host Terakhir
192.168.200.230
192.168.200.238
192.168.200. 246
192.168.200. 254
Broadcast
192.168.200.231
192.168.200.239
192.168.200. 247
192.168.200. 255












è Berhasil tersambung.












c.       Buatlah contoh teknik subnetting pada ip address class A dimana jumlah maksimum host-nya adalah 1022 dan subnetting pada ip address class B dimana maksimum host-nya adalah 510 host lengkap dengan perhitungan subnet, host pertama, host terakhir, dan broadcast id. Buatlah simulasi pada paket tracert dimana per subnetwork-nya diwakili oleh 5 buah komputer.
Jawab:
Jumlah maksimum host = 1022

Jadi y = 10
Karena y adalah jumlah binary 0 pada 3 oktet terakhir dalam subnet mask nya.
Subnetmasknya 11111111.11111111.11111100.00000000 = 255.255.252.0
Misal ip addres kelas A adalah 10.0.0.0 / 00001100.00000000.00000000.00000000
Jumlah subnet nya
2x = 214 = 16384
Host
Blok Subnetnya
Sama dengan yang b,

Tabelnya,
Subnet          ,   Valid Hosts                       ,   Broadcast      
10.0.0.0        ,   10.0.0.1 to 10.0.3.254            ,   10.0.3.255     
10.0.4.0        ,   10.0.4.1 to 10.0.7.254            ,   10.0.7.255     
10.0.8.0        ,   10.0.8.1 to 10.0.11.254           ,   10.0.11.255    
10.0.12.0       ,   10.0.12.1 to 10.0.15.254          ,   10.0.15.255    
10.0.16.0       ,   10.0.16.1 to 10.0.19.254          ,   10.0.19.255    
10.0.20.0       ,   10.0.20.1 to 10.0.23.254          ,   10.0.23.255    
10.0.24.0       ,   10.0.24.1 to 10.0.27.254          ,   10.0.27.255    
10.0.28.0       ,   10.0.28.1 to 10.0.31.254          ,   10.0.31.255    
10.0.32.0       ,   10.0.32.1 to 10.0.35.254          ,   10.0.35.255    
10.0.36.0       ,   10.0.36.1 to 10.0.39.254          ,   10.0.39.255    
10.0.40.0       ,   10.0.40.1 to 10.0.43.254          ,   10.0.43.255    
10.0.44.0       ,   10.0.44.1 to 10.0.47.254          ,   10.0.47.255    
10.0.48.0       ,   10.0.48.1 to 10.0.51.254          ,   10.0.51.255    
10.0.52.0       ,   10.0.52.1 to 10.0.55.254          ,   10.0.55.255    
10.0.56.0       ,   10.0.56.1 to 10.0.59.254          ,   10.0.59.255    
10.0.60.0       ,   10.0.60.1 to 10.0.63.254          ,   10.0.63.255    
10.0.64.0       ,   10.0.64.1 to 10.0.67.254          ,   10.0.67.255    
10.0.68.0       ,   10.0.68.1 to 10.0.71.254          ,   10.0.71.255    
10.0.72.0       ,   10.0.72.1 to 10.0.75.254          ,   10.0.75.255    
10.0.76.0       ,   10.0.76.1 to 10.0.79.254          ,   10.0.79.255    


Kelas B
Maksimum host = 510
Missal ip addresnya
1.      Host per subnet
2y – 2 = 510
2y = 512
2y = 29
y = 9
y adalah jumlah binary 0 pada 2 oktet terakhir dalam subnet mask nya
2.      Subnet
2x = 27 = 128
x adalah jumlah binary 1 pada 2 oktet terakhir subnet mask, jadi sub net mask nya adalah 11111111.11111111.11111110.00000000 / 255.255.254.0
3.      Blok subnet
Dihitung secara manual, karena dibutuhkan 510 host, maka blok subnet pertama adalah 172.16.0.0 selanjutnya 172.16.2.0       dst.
4.      Tabel
Subnet          ,   Valid Hosts                       ,   Broadcast      
172.16.0.0      ,   172.16.0.1 to 172.16.1.254        ,   172.16.1.255   
172.16.2.0      ,   172.16.2.1 to 172.16.3.254        ,   172.16.3.255   
172.16.4.0      ,   172.16.4.1 to 172.16.5.254        ,   172.16.5.255   
172.16.6.0      ,   172.16.6.1 to 172.16.7.254        ,   172.16.7.255   
172.16.8.0      ,   172.16.8.1 to 172.16.9.254        ,   172.16.9.255   
172.16.10.0     ,   172.16.10.1 to 172.16.11.254      ,   172.16.11.255  
172.16.12.0     ,   172.16.12.1 to 172.16.13.254      ,   172.16.13.255  
172.16.14.0     ,   172.16.14.1 to 172.16.15.254      ,   172.16.15.255  
172.16.16.0     ,   172.16.16.1 to 172.16.17.254      ,   172.16.17.255  
172.16.18.0     ,   172.16.18.1 to 172.16.19.254      ,   172.16.19.255  
172.16.20.0     ,   172.16.20.1 to 172.16.21.254      ,   172.16.21.255  
172.16.22.0     ,   172.16.22.1 to 172.16.23.254      ,   172.16.23.255  
172.16.24.0     ,   172.16.24.1 to 172.16.25.254      ,   172.16.25.255  
172.16.26.0     ,   172.16.26.1 to 172.16.27.254      ,   172.16.27.255  
172.16.28.0     ,   172.16.28.1 to 172.16.29.254      ,   172.16.29.255  
172.16.30.0     ,   172.16.30.1 to 172.16.31.254      ,   172.16.31.255  
172.16.32.0     ,   172.16.32.1 to 172.16.33.254      ,   172.16.33.255  
172.16.34.0     ,   172.16.34.1 to 172.16.35.254      ,   172.16.35.255  
172.16.36.0     ,   172.16.36.1 to 172.16.37.254      ,   172.16.37.255  
172.16.38.0     ,   172.16.38.1 to 172.16.39.254      ,   172.16.39.255  



7.Kesimpulan

Subnetting digunakan untuk efisiensi IP, dimana dibentuk garis pemisah antar network. Komputer dengan subnet yang berbeda tidak dapat saling berhubungan dengan langsung, akan tetapi dapat digunakan router untuk menghubungkannya. subnetting adalah teknik memecah suatu jaringan besar menjadi jaringan yang lebih kecil dengan cara mengorbankan bit Host ID pada subnet mask untuk dijadikan Network ID baru.

8.Daftar Pustaka







0 komentar:

Ikutan Komentar